Komparasi Cinema Camera · Sony Cinema Line 2026

Sony FX3 vs FX30 2026 — Mana yang Lebih Worth Disewa di Bandung?

Dua kamera dari Sony Cinema Line yang paling sering disewa di 7summits Camera Bandung. FX3 full-frame dengan dynamic range lebar, low-light killer, dan audio XLR built-in. FX30 APS-C lebih kecil, lebih murah sewa, tapi masih bawa S-Log3 + 4K 120fps. Kalau kamu harus pilih satu untuk wedding videografi, TA film, atau konten YouTube — mana yang lebih worth? Analisis dari booking data real kami.

11 menit baca 12 Mei 2026 Tim 7summits Camera
🎬 Sony FX3 (kiri, full-frame) vs FX30 (kanan, APS-C) · Cinema Line, satu keputusan

FX3 dan FX30 adalah dua kamera yang paling sering bikin customer kami bimbang. Harganya beda Rp 200.000/hari, sensor beda ukuran, tapi banyak spec yang identik. Apakah FX3 worth 27% lebih mahal dari FX30? Jawabannya: tergantung persis apa yang kamu kerjakan. Ini breakdown lengkapnya.

TL;DR — singkat untuk yang gak punya 11 menit

Use casePilihanKenapa
Wedding videografer pro full-daySony FX3Full-frame DR lebih lebar, XLR built-in, low-light lebih aman
Wedding videografer budget tighterSony FX30200rb/hari lebih murah, 4K120p sama, quality sangat dekat
TA film / indie cinemaSony FX30APS-C crop = "cinematic look" tighter frame, hemat biaya
Event & documentary (gabungan shot)Sony FX3XLR 2 channel, reliable overheating performance
Vlog & YouTube solo creatorSony FX30Lebih ringan, compact, IBIS sama efektif
Studio controlled environmentSeriSelisih kualitas minimal di lighting terkontrol
Budget sangat terbatas (mahasiswa)Sony FX30Rp 200rb/hari lebih murah = Rp 600rb hemat untuk 3 hari

Sensor: full-frame vs APS-C — apa bedanya yang nyata?

Ini perbedaan paling fundamental antara FX3 dan FX30 — dan sekaligus yang paling sering disalahpahami.

Sony FX3 memakai sensor full-frame 35mm BSI CMOS 12.1MP — sensor yang sama persis dengan Sony A7S III, kamera yang secara konsisten dinobatkan sebagai low-light terbaik di dunia untuk mirrorless. Resolusi 12MP terlihat rendah di atas kertas, tapi itu disengaja: pixel yang lebih besar per milimeter persegi = lebih banyak cahaya yang ditangkap per pixel = noise lebih rendah di ISO tinggi.

Sony FX30 memakai sensor APS-C 26.1MP Exmor R dengan crop factor 1.5x. Artinya, lensa 24mm di FX30 berperilaku seperti 36mm secara framing. Resolusi 26MP lebih tinggi memberikan lebih banyak detail di kondisi cahaya baik, dan lebih banyak ruang untuk crop di post-production.

Perbedaan nyata yang terasa di lapangan: FX3 punya tonal range lebih lebar di highlight dan shadow — penting untuk situasi kontras ekstrem seperti interior gelap vs jendela terang. FX30 memberikan depth of field yang sedikit lebih dalam pada aperture yang sama, yang kadang justru diinginkan untuk documentary.

Spec sensorSony FX3Sony FX30
Ukuran sensor35mm full-frameAPS-C
Resolusi12.1MP26.1MP
ISO nativeISO 80–102.400ISO 100–51.200
ISO maximum (expanded)409.600204.800
Crop factor1.0×1.5×
Dynamic range (estimasi)~15 stops~14 stops

Low-light & dynamic range — FX3 unggul signifikan

FX3 menang signifikan di low-light — ini adalah kelebihan terbesar dibanding FX30, dan ini semua kembali ke ukuran pixel fisik. Sensor full-frame 12MP berarti setiap pixel berukuran sangat besar, sehingga lebih efisien menangkap foton dengan noise lebih rendah dibanding pixel kecil di sensor APS-C 26MP.

Skenario nyata di mana perbedaan ini matter dan terasa jelas di project final:

  • Wedding ballroom temaram — lampu ambient rendah, lilin, dekorasi dim. ISO 8000–12800 sangat umum.
  • Night event tanpa lighting tambahan — street event, festival outdoor malam.
  • Shooting di ruangan berkaca film gelap — kantor modern, gedung berfilter UV.
  • "Available light" documentary — follow subject tanpa bisa kontrol cahaya.
Test real dari lapangan 7summits Camera

Di test real kami di ballroom hotel Bandung dengan lampu temaram, FX3 ISO 12.800 masih usable clean. FX30 ISO 12.800 mulai ada grain yang perlu de-noise di post. Perbedaan ini kelihatan saat deliver di 4K resolusi penuh. Di 1080p atau setelah de-noise di DaVinci Resolve, selisihnya lebih kecil — tapi workflow FX3 lebih cepat karena tidak perlu de-noise step tambahan.

Untuk dynamic range: FX3 estimasi ~15 stops vs FX30 ~14 stops. Satu stop perbedaan terdengar kecil, tapi dalam praktik artinya lebih banyak detail yang bisa diselamatkan dari highlight putih gaun pengantin atau bayangan gelap di bawah meja. Untuk S-Log3 workflow, lebih banyak stops = lebih banyak fleksibilitas grading tanpa clipping.

Video specs: 4K, slow-motion, Log — hampir identik

Di sinilah FX30 terasa luar biasa sebagai value proposition. Untuk sebagian besar video spec yang penting, FX3 dan FX30 hampir identik — keduanya adalah kamera cinema sesungguhnya dengan cooling fan aktif.

Video specSony FX3Sony FX30
4K 60p4K 60p 10-bit 4:2:2 (full-frame)4K 60p 10-bit 4:2:2 (APS-C crop)
4K 120p slow-motion✅ 4K 120p 10-bit✅ 4K 120p 10-bit
FHD 240p✅ FHD 240fps✅ FHD 240fps
Log profileS-Log3 + S-CinetoneS-Log3 + S-Cinetone
4:2:2 10-bit internal✅ Ya✅ Ya
Active cooling fan✅ Ya — unlimited recording✅ Ya — unlimited recording
RAW output (HDMI)✅ 16-bit RAW ke Atomos✅ 16-bit RAW ke Atomos
Kenapa cooling fan itu penting

Kedua kamera punya cooling fan aktif — jadi tidak ada thermal throttle atau overheat untuk shoot panjang tanpa batas waktu. Ini yang membedakan FX3/FX30 secara fundamental dari Sony A7IV atau A7CII yang bisa overheat saat shoot 4K 60p terus-menerus lebih dari 30–40 menit. Untuk wedding full-day, conference panjang, atau live stream, ini bukan fitur opsional — ini keharusan.

Satu catatan penting soal framing 4K di FX30: karena sensor APS-C, lensa yang sama di FX30 menghasilkan framing 1.5× lebih tight dibanding di FX3. Ini bisa jadi keuntungan (telephoto lebih panjang efektif) atau keterbatasan (wide angle lebih terbatas). Untuk 4K 120p, FX30 sedikit crop tambahan dari sensor APS-C-nya.

Audio & I/O — XLR built-in adalah perbedaan terbesar

Ini adalah perbedaan paling praktis dan paling sering jadi tipping point keputusan sewa di antara dua kamera ini — terutama untuk videografer wedding dan event yang andalkan audio langsung dari kamera.

Sony FX3 — XLR/TRS built-in:

  • Built-in XLR/TRS combo input, 2 channel independen
  • Langsung colok mic XLR profesional (Rode NTG5, Sennheiser MKH416, DPA 4060) tanpa adapter apapun
  • Phantom power 48V built-in untuk condenser mic
  • Headphone out 3.5mm untuk monitoring audio real-time
  • Multi-Interface Shoe untuk Sony ECM-B1M atau ECM-G1

Sony FX30 — 3.5mm only:

  • Input 3.5mm stereo mic saja — tidak ada XLR built-in
  • Multi-Interface Shoe untuk mic on-camera
  • Untuk input XLR, butuh adapter Sony XLR-K2M atau XLR-K3M (tersedia sewa Rp 50rb/hari di 7summits)
  • Tidak ada headphone jack (monitoring hanya lewat adapter atau mic tertentu)
Pertimbangan audio untuk wedding videografer

Untuk wedding videografer yang pakai mic wireless Rode NTG5 atau DPA 4060 XLR, FX3 jauh lebih simpel — colok langsung, set level, selesai. FX30 + adapter XLR-K2M masih bisa bekerja dengan baik, tapi menambah satu attachment di rig, satu titik failure tambahan, dan lebih merepotkan saat run-and-gun di resepsi yang dinamis. Untuk solo videografer yang harus gerak cepat, ini bisa signifikan.

Body, ergonomic & build — beda filosofi

FX3 dan FX30 sama-sama dirancang sebagai cinema camera dengan top handle, tapi ada perbedaan signifikan di ukuran dan filosofi penggunaan.

Sony FX3 berbobot 715g body only — boxy dengan form factor cinema yang rig-friendly. Banyak thread mount 1/4"-20 dan 3/8" di berbagai sisi. Cocok dipasang di cage SmallRig, TILTA, atau Wooden Camera. Top handle terintegrasi dengan grip tangan alami untuk handheld shooting. Ukuran lebih besar juga memudahkan colok berbagai cable dan aksesoris tanpa crowding.

Sony FX30 berbobot hanya 429g body only — 286g lebih ringan dari FX3. Lebih compact, mirip ukuran mirrorless biasa. Top handle sama ada, tapi body jauh lebih kecil sehingga lebih mudah disembunyikan untuk documentary stealth shooting, lebih cocok gimbal ringan seperti DJI RS3 Mini, dan lebih nyaman dibawa seharian tanpa fatigue.

Spec bodySony FX3Sony FX30
Berat (body only)715g429g
Dimensi (P×L×T)129.7 × 77.8 × 84.5mm127.8 × 84.4 × 56.0mm
BatteryNP-FZ100NP-FZ100
Memory cardCFexpress Type A + SD (dual slot)CFexpress Type A + SD (dual slot)

Keduanya menggunakan battery NP-FZ100 yang sama — jadi battery dan charger bisa dipakai bergantian jika sewa keduanya sekaligus. Dual slot CFexpress Type A + SD di keduanya memberikan backup rekaman otomatis untuk safety di wedding.

Harga sewa FX3 & FX30 di Bandung

Harga sewa harian di 7summits Camera Bandung per Mei 2026. Promo 3 hari bayar 2 berlaku untuk semua unit.

ProdukHarga sewa/hariNotes
Sony FX3 Cinema LineRp 950.000Full-frame, XLR built-in, 12.1MP
Sony FX30 Cinema LineRp 750.000APS-C, compact, 4K120p, 26.1MP
Adapter Sony XLR-K2M (jika pakai FX30)Rp 50.000Jika butuh input XLR ke FX30

Kalkulasi hemat dengan FX30: Selisih Rp 200.000/hari. Untuk 3 hari shoot = Rp 600.000 hemat. Tapi promo 3 hari bayar 2 berlaku keduanya:

  • FX3 promo 3H bayar 2 = Rp 950.000 × 2 = Rp 1.900.000
  • FX30 promo 3H bayar 2 = Rp 750.000 × 2 = Rp 1.500.000
  • Selisih untuk 3 hari: Rp 400.000

Untuk project shoot 3 hari (misalnya TA film yang butuh beberapa hari produksi), FX30 hemat Rp 400.000 dibanding FX3 — cukup untuk sewa tambahan lensa atau gimbal 1 hari.

Per use case — rekomendasi spesifik

1. Wedding videografer full-day (8–12 jam)

Pilih FX3. Kombinasi XLR langsung untuk audio direct dari soundman, low-light ballroom reception yang lebih bersih, active cooling untuk shoot tanpa batas, dan dynamic range lebar untuk recover highlight gaun putih di backdrop gelap. Kalau kamu melayani client premium yang bayar mahal, FX3 adalah alat yang tepat.

2. Wedding videografer budget-conscious

FX30 adalah pilihan excellent. Kualitas video 4K hampir identik di kondisi lighting standar, 4K 120p slow-mo tersedia penuh, promo 3H bayar 2 = Rp 400.000 lebih hemat untuk 3 hari. Tambah adapter XLR-K2M Rp 50.000/hari jika butuh input XLR. Banyak videografer wedding Bandung profesional yang secara rutin pilih FX30 untuk project non-premium.

3. TA Film / Indie Cinema

FX30 direkomendasikan. APS-C crop factor 1.5× sebenarnya memberikan "cinematic look" yang lebih tight dan compressed — sering justru diinginkan untuk drama dan narrative film. Resolusi 26MP berarti screenshot still dari frame video lebih detail. Hemat biaya sewa untuk shoot multi-hari yang umum di produksi film panjang.

4. Event panjang (conference, seminar, konser)

FX3 lebih ideal. XLR built-in 2 channel untuk direct audio dari mixer atau soundman tanpa adapter tambahan, continuous recording tanpa thermal throttle, dan low-light untuk auditorium dengan cahaya stage yang dinamis.

5. Vlog & YouTube solo creator

FX30 jelas lebih cocok. 300g lebih ringan berarti fatigue jauh berkurang untuk konten creator yang shoot sendiri sepanjang hari. Ukuran lebih compact berarti lebih mobile dan tidak intimidating saat shooting di tempat umum. Kompatibel dengan gimbal ringan seperti DJI RS3 Mini yang batas payload-nya lebih ketat.

6. Low-light dokumentasi tanpa lighting tambahan

FX3 jelas lebih unggul. Untuk situasi available light murni — ruangan berkaca film, backstage, lorong gelap, malam tanpa lighting — margin kualitas low-light FX3 signifikan dan langsung terasa di export final tanpa perlu de-noise agresif.

Masih ragu FX3 atau FX30? Sewa keduanya, bandingkan side-by-side

Booking FX3 + FX30 masing-masing 1 hari untuk test real shooting kamu. Tim 7summits Camera Bandung bisa bantu setup dan rekomendasikan gear pendukung yang tepat.

Tanya Tim via WhatsApp →

FAQ — Sony FX3 vs FX30

Sony FX3 atau FX30 — mana yang lebih bagus untuk wedding videografi?

Untuk wedding penuh (akad + resepsi ballroom), FX3 lebih aman karena XLR built-in untuk audio direct, dan low-light di ballroom dim lebih bersih. Tapi FX30 juga sangat capable di wedding dengan lighting cukup — harga sewa Rp 200rb/hari lebih murah = Rp 600rb hemat untuk 3 hari. Banyak videografer wedding Bandung sudah migrasi ke FX30 untuk hari biasa, menyimpan FX3 untuk project premium.

Apakah FX30 kualitas videonya lebih jelek dari FX3?

Tidak seburuk yang dikira. Di lighting baik (outdoor atau ballroom dengan flash/LED panel), perbedaan kualitas 4K antara FX3 dan FX30 sangat kecil dan hampir tidak terlihat di export final. FX3 mulai unggul signifikan di low-light ekstrem (ISO 6400+), dynamic range extreme highlight-shadow, dan skenario tanpa lighting tambahan.

Apakah FX30 bisa input mic XLR?

FX30 tidak punya XLR built-in — hanya 3.5mm stereo + Multi-Interface Shoe. Untuk input XLR, butuh Sony XLR-K2M atau K3M adapter (tersedia sewa Rp 50.000/hari di 7summits). FX3 punya XLR/TRS combo 2-channel built-in dengan phantom power 48V — langsung plug mic pro tanpa adapter apapun.

Berapa harga sewa FX3 dan FX30 di Bandung?

Di 7summits Camera Bandung: FX3 Cinema Line Rp 950.000/hari, FX30 Cinema Line Rp 750.000/hari. Promo 3 hari bayar 2 berlaku keduanya — FX3 3H = Rp 1.900.000, FX30 3H = Rp 1.500.000. Bisa booking di app.sewakamerabandung.id atau chat WhatsApp +6281121114410.

Sony FX30 atau Sony A7IV untuk video?

Untuk video: FX30 menang karena cooling fan aktif (tidak overheat di 4K 60p panjang), cinema form factor (top handle, rig-friendly), 4K 120p slow-mo, dan S-Log3 workflow yang lebih seamless. A7IV lebih versatile sebagai hybrid foto-video dan lebih murah (Rp 525rb vs Rp 750rb). Kalau mayoritas kerjaan adalah video: FX30. Kalau mix foto dan video sama banyaknya: A7IV.

Apakah FX3 dan FX30 ada di 7summits Camera Bandung?

Ya, keduanya tersedia di 7summits Camera Bandung (cabang Cisaranten dan Sriwijaya). Cek ketersediaan real-time di app.sewakamerabandung.id. Tersedia juga lensa E-mount, gimbal, lighting LED, wireless mic, dan aksesoris pendukung lengkap. Antar via ojek online ke seluruh Bandung.

Related — baca juga